Kebiasaan yang menghancurkan karier

Dipecat termasuk peristiwa yang menakutkan bagi pekerja atau pegawai. Yang mengherankan, yang dipecat bukan hanya pegawai buruk saja. Sebagian pegawai yang berniat baik dan cukup cerdik juga mengalami nasib serupa. Berikut, 10 kebiasaan buruk yang bisa menghancurkan karier.



- Menganggap diri sendiri tak tergantikan
Tak ada ruang untuk diva di tempat kerja. Begitu Anda merasa, bahwa hanya Anda sendiri dan hanya Anda yang dapat mengerjakan tugas secara tepat, bisa dipastikan bintang Anda akan jatuh.

- Mengacaukan Antara efisiensi dengan efektif
Orang-orang yang mengira komunikasi lewat email menggantikan kebutuhan untuk bicara dengan orang di sekitarnya tidak melihat pentingnya hubungan personal dengan orang lain di lingkungan teknologi tinggi serba otomatis. Lakukan komunikasi secara tatap muka atau paling sedikit lewat telepon setiap kali memungkinkan sangat penting untuk pencari sukses.

- Tidak mempromosikan diri sendiri
Mempromosikan diri beda dengan sesumbar atau membual. Yang dimaksud dengan mempromosikan diri sendiri adalah menunjukkan kepada kolega di seluruh industri tentang sukses Anda lewat studi-studi kasus, buletin promosi atau alat-alat lainnya. Orang-orang yang gagal sering tidak menyadari pentingnya membiarkan orang lain tahu sukses mereka atau melakukannya dengan cara yang sama sekali salah.

- Menempatkan diri di tengah penjilat
Orang-orang gagal suka dikelilingi orang-orang yang memberitahu betapa cerdiknya mereka, lepas dari benar atau tidak. Sementara manager dan profesional lain yang sukses menerima dan mendorong kecerdasan dan kreativitas pada orang-orang lain.

- Lupa menghargai jasa orang lain
Orang yang gagal mengaku dirinya yang berjasa untuk hal-hal positif kendati pun dalam pencapaian itu ia dibantu orang lain atau menerima masukan dari orang lain. Orang yang sukses memberikan penghargaan dan pujian pada orang yang berhak. Dan orang yang gagal segera menuai yang mereka taburkan.

- Tahu semua jawaban
Pepatah lama mengatakan, pengetahuan itu berkuasa. Menunjukkan tahu semuanya dapat menghambat karier. Orang yang sukses tak pernah berhenti belajar dan selalu tertarik mempelajari ide-ide dan pendekatan-pendekatan baru.

- Tidak memberikan hasil
Orang yang sukses dalam bisnis, tahu, menjadi orang yang bisa diandalkan itu penting. Orang-orang yang merasa berjasa hanya karena sudah berusaha, apa pun hasil dari usaha itu, bisa dipastikan akan gagal.

- Kehilangan perspektif
Pebisnis intuitif tahu, kendati pun mereka berusaha melakukan segala sesuatu secara baik, kadang pendekatan mereka mengalami jalan buntu dan mencari saran dan perspektif dari teman, kolega, atau bahkan coach bisnis yang menguasai hal itu. Orang-orang yang tidak mengetahui kekurangan mereka akan bernasib dipecat.

- Tidak meningkatkan keterampilan
Dunia bisnis selalu berubah dan orang yang ingin bekerja lebih tinggi dibanding lapangan kerja yang tersedia. Tidak meningkatkan keterampilan dan mengimbanginya dengan keterampilan kolega akan mendapat 'hukuman mati'.

- Tidak membuat rencana hidup
Semua orang yang sangat sukses dalam hidup mempunyai rencana yang jelas baik dalam pemikiran maupun tertulis. Mereka menciptakan, memumpuk, dan terus mengarahkannya.

(Sumber: 21 ways women in management shoot themselves in the foot oleh John McKee & Aura)

Komentar